Pokdisus AIDS
Situs Resmi Unit Pelayanan Terpadu HIV RSCM
Home
Terapi sel punca mesenkimal untuk defek tulang rawan dan rekonstruksi fraktur di RSCM-FKUI
Ditulis oleh dr Okki Ramadian SpPD
Rabu, 06 Januari 2010 09:01
Klaster Otot, Tulang dan Sendi telah mempersiapkan uji klinis "Terapi Sel Punca Mesenkimal untuk Defek Tulang Rawan dan Rekonstruksi Fraktur". Prinsip uji klinis pada kasus tulang rawan adalah berupa penanganan yang berupa pengambilan sum-sum tulang dari krista iliaka pasien, kultur bone marrow utk isolasi dan proliferasi Bone marrow stromal stem cells (bMSCs) ataupun diferensiasi kearah kondrogenesis, dan implantasi bMSCs pada kasus defek tulang rawan, yaitu defek tulang rawan simtomatik dengan luas lebih dari 4 meter persegi.
Perkembangan riset biomedik terhadap sel mesenkim stroma multipoten atau lebih populer disebut sel punca mesenkim sangat cepat dan semarak. Banyak lab riset dan peneliti biomedik yang terjun ke area riset ini dan jumlahnya meningkat seiring dengan peningkatan jumlah publikasi dan aplikasi klinis terapi sel punca mesenkim. Fenomena ini di sisi lain menimbulkan dampak negatif yakni ambiguitas dan inkonsistensi hasil riset di bidang sel punca mesenkim.
Setiap negara tentunya memiliki panduan tersendiri mengenai pemanfaatan sel punca. Salah satunya adalah India. Berikut adalah panduan regulasi selpunca yang berlaku di India.
Anda dapat mengunduh file ini melalui menu Zona Unduh (pastikan Anda telah terdaftar sebagai member).
Peranan Endothelial Progenitor Cell(EPC) pada Neovaskularisasi
Ditulis oleh dr.Saut Nababan/dr.Okki, SpPD
Rabu, 11 Agustus 2010 08:10
EPC merupakan sel-sel yang memiliki kemampuan untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi sel-sel endotel. EPC merupakan bagian dari sel induk yang bersifat lebih matang dan unipoten. Secara klinis, EPC dapat memperbaiki kondisi-kondisi penyakit yang diawali dengan kerusakan sel-sel endotel, baik secara anatomis/struktural maupun fungsional, melalui mekanisme neovaskularisasi. Para peneliti menyakini bahwa di dalam sumsum tulang dan aliran darah tepi terdapat sel-sel yang mampu membelah dan berdiferensiasi menjadi sel-sel endotel dan memperbaiki jaringan iskemik akibat rusaknya dinding pembuluh darah. Sel-sel ini disebut endothelial progenitor cell atau EPC.
Transplantasi Autologus Sel Punca untuk Penyakit Autoimun: Hasil Sebuah Studi Cohort
Ditulis oleh dr Mulia , dr Okki SpPD
Rabu, 14 April 2010 08:48
Penyakit autoimun yang mana diderita oleh 5-8% penduduk di dunia, menyumbangkan angka morbiditas jangka pendek maupun jangka panjang dan mortalitas yang bermakna. Meskipun terapi imunosupresan konvensional dan agen biologi baru dapat mengontrol penyakit autoimun berat, modalitas pengobatan ini jarang bersifat kuratif. Penyakit autoimun sistemik berat seperti multiple sclerosis (MS), systemic sclerosis (SSc), rheumatoid arthritis (RA), systemic lupus erythematosus (SLE), juvenile idiopathic arthritis (JIA), hematologic immun cytopenia (HIC), dan penyakit Crohn sulit diobati; oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengobatan lain. Sejak tahun 1996, transplantasi autologus sel punca telah dilakukan untuk pengobatan penyakit autoimun berat yang refrakter terhadap pengobatan konvensional.
Perkembangan teknologi selpunca dan terapi berdasarkan sel punca dewasa ini kian marak. Hal ini mendorong FDA (Food and Drug Administration) pada tahun 2006, mengeluarkan peraturan dan panduan mengenai terhadap produksi dan pemasaran terapi berbasis sel punca (stem-cell-based therapy).