Primary Color:
Primary Text:
Secondary Color:
Secondary Text:
Tertiary Color:
Tertiary Text:
Color Picker
Preview
FeaturesTypographyTutorials
Module Title
Home
Module Title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Ut non turpis a nisi pretium rutrum. Nullam congue, lectus a aliquam pretium, sem urna tempus justo, malesuada consequat nunc diam vel justo. In faucibus elit at purus. Suspendisse dapibus lorem. Curabitur luctus mauris.

Module Title
Module Title
Instructions

Select a predefined style from via the drop-down or choose your own colors via the handy mooRainbow based color-chooser. When you are satisfied with your selection, click the "Apply Colors" button below to store your selection in a cookie.

Apply Colors

Selamat Datang

Selamat datang. Silahkan Login atau Daftar Baru.

Pencarian

Partner

PAPDI
Situs resmi Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).
JACINetwork
JACINetwork. Situs resmi dari Jakarta Allergy and Clinical Immunology Network.
Imunisasi Dewasa
Situs Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI
Pokdisus AIDS
Situs Resmi Unit Pelayanan Terpadu HIV RSCM
Home
Terapi sel punca mesenkimal untuk defek tulang rawan dan rekonstruksi fraktur di RSCM-FKUI
Ditulis oleh dr Okki Ramadian SpPD   
Rabu, 06 Januari 2010 09:01

Klaster Otot, Tulang dan Sendi telah mempersiapkan uji klinis "Terapi Sel Punca Mesenkimal untuk Defek Tulang Rawan dan Rekonstruksi Fraktur". Prinsip uji klinis pada kasus tulang rawan adalah berupa penanganan yang berupa pengambilan sum-sum tulang dari krista iliaka pasien, kultur bone marrow utk isolasi dan proliferasi Bone marrow stromal stem cells (bMSCs) ataupun diferensiasi kearah kondrogenesis, dan implantasi bMSCs pada kasus defek tulang rawan, yaitu defek tulang rawan simtomatik dengan luas lebih dari 4 meter persegi.

 
Telaah Biomedik Sel Punca Mesenkim
Ditulis oleh dr Radiana MBiomed   
Senin, 19 April 2010 07:57

Perkembangan riset biomedik terhadap sel mesenkim stroma multipoten atau lebih populer disebut sel punca mesenkim sangat cepat dan semarak. Banyak lab riset dan peneliti biomedik yang terjun ke area riset ini dan jumlahnya meningkat seiring dengan peningkatan jumlah publikasi dan aplikasi klinis terapi sel punca mesenkim. Fenomena ini di sisi lain menimbulkan dampak negatif yakni ambiguitas dan inkonsistensi hasil riset di bidang sel punca mesenkim.

 
Panduan Regulasi Selpunca India
Ditulis oleh dr. M. Adi Firmansyah   
Rabu, 15 Juli 2009 15:01

Logo-Selpunca-mini.pngSetiap negara tentunya memiliki panduan tersendiri mengenai pemanfaatan sel punca. Salah satunya adalah India. Berikut adalah panduan regulasi selpunca yang berlaku di India.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan klik Stem Cell Regulation in India, informasi dalam bentuk file pdf.

Anda dapat mengunduh file ini melalui menu Zona Unduh (pastikan Anda telah terdaftar sebagai member).

 
Peranan Endothelial Progenitor Cell(EPC) pada Neovaskularisasi
Ditulis oleh dr.Saut Nababan/dr.Okki, SpPD   
Rabu, 11 Agustus 2010 08:10

EPC merupakan sel-sel yang memiliki kemampuan untuk membelah dan berdiferensiasi menjadi sel-sel endotel. EPC merupakan bagian dari sel induk yang bersifat lebih matang dan unipoten. Secara klinis, EPC dapat memperbaiki kondisi-kondisi penyakit yang diawali dengan kerusakan sel-sel endotel, baik secara anatomis/struktural maupun fungsional, melalui mekanisme neovaskularisasi. Para peneliti menyakini bahwa di dalam sumsum tulang dan aliran darah tepi terdapat sel-sel yang mampu membelah dan berdiferensiasi menjadi sel-sel endotel dan memperbaiki jaringan iskemik akibat rusaknya dinding pembuluh darah. Sel-sel ini disebut endothelial progenitor cell atau EPC.

 
Transplantasi Autologus Sel Punca untuk Penyakit Autoimun: Hasil Sebuah Studi Cohort
Ditulis oleh dr Mulia , dr Okki SpPD   
Rabu, 14 April 2010 08:48

Penyakit autoimun yang mana diderita oleh 5-8% penduduk di dunia, menyumbangkan angka morbiditas jangka pendek maupun jangka panjang dan mortalitas yang bermakna. Meskipun terapi imunosupresan konvensional dan agen biologi baru dapat mengontrol penyakit autoimun berat, modalitas pengobatan ini jarang bersifat kuratif. Penyakit autoimun sistemik berat seperti multiple sclerosis (MS), systemic sclerosis (SSc), rheumatoid arthritis (RA), systemic lupus erythematosus (SLE), juvenile idiopathic arthritis (JIA), hematologic immun cytopenia (HIC), dan penyakit Crohn sulit diobati; oleh karena itu, dibutuhkan strategi pengobatan lain. Sejak tahun 1996, transplantasi autologus sel punca telah dilakukan untuk pengobatan penyakit autoimun berat yang refrakter terhadap pengobatan konvensional.

 
Panduan Regulasi Terapi Sel Punca dari FDA
Ditulis oleh dr. M. Adi Firmansyah   
Sabtu, 18 Juli 2009 08:55

Logo-Selpunca-mini.pngPerkembangan teknologi selpunca dan terapi berdasarkan sel punca dewasa ini kian marak. Hal ini mendorong FDA (Food and Drug Administration) pada tahun 2006, mengeluarkan peraturan dan panduan mengenai terhadap produksi dan pemasaran terapi berbasis sel punca (stem-cell-based therapy). 

Klik pranala berikut untuk menyimak secara lengkap panduan dari FDA tersebut. Regulasi FDA terhadap Terapi Berbasis Sel Punca.

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 4
RocketTheme Joomla Templates